Senin, 24 Agustus 2009



GRAMMATOPHYLLUM

Grammatophyllum speciosum

Salah satu anggrek yang populasinya cukup tinggi di kawasan cagar alam Gunung Ketawan adalah Grammatophyllum Speciosum. Anggrek raksasa yang merupakan anggrek terbesar didunia dan dilindungi oleh undang-undang RI serta termasuk dalam daftar Convention On International Trade Endagered Species Of Wild Fauna And Flora (CITES) Appedix II ini, hampir banyak dijumpai disepanjang sungai, anggrek tersebut tumbuh secara epefit dengan menempel dibatang pohon kayu besar. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai anggrek tebu, nama ini diberikan karena mungkin ia memiliki batang yang beruas seperti tebu.


Ada dua spesies Grammmathopyllum yang hidup di belantara pegunungan Meratus, nyaitu ; Grammatophyllum Speciosum ( anggrek tebu ) dan Grammatophllum Stapeliiflorum (anggrek hitam atau anggrek sendu ). Namun yang paling banyak dijumpai adalah spesies Grammatophyllum Speciosum..

Grammatophyllum stapeliiflorum

Grammatophyllum Stapeliiflorum memiliki anatomi yang sangat berbeda dengan Grammatophyllum Speciosum, ia memiliki pseudobulb yang besar dan diujungnya ditumbuhi beberapa helai daun. Bunganya berwarna ungu tua kecoklatan dan terdapat bintik – bintik pada labelum serta petalnya.

Sebagai anggrek epifit, ia juga banyak dijumpai menempel pada pohon kayu. Tinggi tanaman sekitar 60 cm dengan kebutuhan cahaya mencapai 75 %.dengan suhu antara 23 – 31 delajat celcius. Berbunga pada bulan April sampai dengan bulan September.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar